-->
Senin, 22 September 2014 -

Mari Berbenah Diri Sedini Mungkin (mungkin ini judul yang tepat, hehe)

Assalamualaikum yaa akhi yaa ukhti ^^
udah lama banget nih gak aktif di blog. kangen rasanya posting-posting lagi kaya dulu.
hari ini saya mau berbagi informasi buat para pembaca terutama remaja tentang "Mari Berbenah Diri Sedini Mungkin" ^^ bukannya saya sok nasehatin, bukannya sok alim atau sok pinter atau sok apalah, saya juga lagi dalam tahap membenahi diri juga kok :) saya cuma mau mengajak aja, mau membenahi diri yo ayo, kalo enggak ya gak papa kok, hehe

kita gak pernah tau kapan kita akan akan dipanggil oleh yang Maha Kuasa, bahkan kita juga gak pernah tau apa yang terjadi hari ini apalagi besok. seperti kata-kata bijak berikut : kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah anugrah dan besok adalah misteri. kalau kita tidak membenahi diri dari sekarang kapan lagi? yang lalu biarlah berlalu. mungkin kemarin kita sempat berbuat suatu kesalahan baik itu kesalahan kecil maupun kesalahan besar yang bisa dibilang cukup fatal. maka dari itu mari kita semua membenahi diri, menata hati yang rapuh (ciyee :D ) , tidak ada kata terlambat untuk berubah, Allah pasti akan selalu membimbing hambaNya yang tulus kembali kejalanNya.



ngomong-ngomong masalah berubah nih, pasti semua pada mikir apa sih yang harus dirubah? apa sih yang harus dibenahi? perasaan hidup saya baik-baik aja, gak pernah berbuat salah ataupun dosa yang fatal dimata Allah. hellooooooooooooooooooooooo baik dimata kita belum tentu baik dimata Allah. kita manusia tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah semata, tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah.

sebagai remaja, kita pasti tidak asing lagi sama yang namanya pacaran. hayoooo siapa disini yang pernah pacaran? (#angkattangan ,wakwakwak jadi malu) pada tau gak nih, kalo dalam Islam pacaran itu ternyata dilarang loh (whaaaaat!!! dilaraaaaaang???) iya dilaraaang...saya sebenarnya udah tau tapi dulu saya gak mau denger, saya anggap hanya angin lalu, kemudian saya gali-gali informasi dari berbagai sumber dan akhirnya sekarang saya udah tau, dibilang nyesel ya nyesel banget lah, nanggung dosanya itu loh :(

boleh bagi-bagi pengalamn dikit gak nih,boleh ya? dikit aja kok :D
cerita awalnya gini nih waktu saya masih pacaran sama seorang pria (yaiyalah pria masa wanita), waktu itu sahabat saya sedang galau karna habis putus sama pacarnya, tapi sahabat saya itu yang nyadarin saya tentang bahaya pacaran :) nah sahabat saya itu minjemin sebuah buku karangan ustadz felix tentang bahaya pacaran, setelah saya baca baca dan baca kemudian saya renungkan, apa yang disebutkan dalam buku itu ternyata benar semua, waktu membaca buku itu saya merasa ni buku kok tau banget sih semua hal tentang saya, saya jadi malu sendiri sebenarnya,hehe... kemudian saya bertekad ingin berubah, nah waktu itu langkah awal saya yaitu MUTUSIN PACAR SAYA :D niatnya mah mutusin tapi malah diputusin, whaha tapi alhamdulillah diputusin jadi gak pusing mikir sendiri cara mutusinnya. dibilang nyesel sih enggak dibilang sakit hati enggak juga, kenapa? karena saya keingat sama petuah dan informasi dari berbagai sumber yang saya dapat tentang bahaya pacaran :)

pada tau gak kenapa pacaran itu dilarang sama agama kita? hayooo siapa yang bisa jawab, karena pacaran itu hakikatnya berdua-duaan dengan kekasih hati, nah yang suka berdua-duaan sama pasangannya itu orang ketiganya adalah syaitan, hayooo siapa yang mau pacarannya diganggu sama setan? kalo udah diganggu mah ujung-ujungnya bisa bahaya :( bisa terjadi MBA (Married By Accident)  alhamdullah saya kemarin gak sampe kaya gitu, bikin merinding aja mah jadinya. coba deh baca artikel dosa bertumpuk akibat pacaran nanti kalian akan tau apa saja dosa-dosa itu.

nah ini ada beberapa intisari dari buku karangan ustadz felix yang saya baca beberapa waktu lalu, hehe saya copas dari alamat facebook yang saya temukan barusan,hhe
  1. pacaran itu menjalin silaturahim | "silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran" #UdahPutusinAja
  2.  pacaran itu bikin semangat belajar | "semangat belajar maksiat?" #UdahPutusinAja
  3.  pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | "ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?" #UdahPutusinAja
  4.  pacaran itu sekedar penjajakan kok | "serius nih penjajakan? ketemu ibu-bapaknya berani?" #UdahPutusinAja
  5. kasian kalo diputusin | "justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?" #UdahPutusinAja
  6.  kasian dia diputusin, aku sayang dia | "putusin itu tanda sayang, kamu minta dia untuk taat sama Tuhannya, betul?" #UdahPutusinAja
  7.  putus itu memutuskan silaturahim | "silaturahim itu kekerabatan, sejak kapan dia kerabatmu?" #UdahPutusinAja
  8.  nggak tega putusin.. | "berarti kamu tega dia ke neraka karena maksiat? apa itu namanya sayang?" #UdahPutusinAja
  9.  aku nggak zina kok, nggak pegang2an, nggak telpon2an, kan nggak papa? | "nah bagus itu, berarti gak papa juga kalo putus" #UdahPutusinAja
  10.  aku pacaran untuk berdakwah padanya kok | "ngarang lagi, dakwahmu belum tentu sampai, maksiatmu pasti" #UdahPutusinAja
  11.  nanti putusin dia gw gak ada yg nikahin gimana? | "pacaran tak jaminan, realitasnya banyak yg nggak nikah sama pacarnya" #UdahPutusinAja
  12. berat mutusin | "semakin berat engkau tinggalkan maksiat untuk taat, Allah akan beratkan pahalamu :)" #UdahPutusinAja
  13.  nanti aku dibilang nggak laku gimana? | "bukan dia yang punya surga dan neraka, abaikan saja" #UdahPutusinAja
  14. kalo aku putusin dia, dia ancam bunuh diri | "belum apa2 pake anceman psikologis, dah nikah dia bakal ancem bunuh kamu!" #UdahPutusinAja
  15. dia masi ada utang ke aku, berat mutusinnya | "hehe.. kamu ini rentenir ya? kl terusan hutangnya malah nambah" #UdahPutusinAja
  16. pacaran itu makan waktu, makan duit, makan hati | mending waktu, duit dan hati diinvestasikan ke Islam, #UdahPutusinAja
  17. pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran, #UdahPutusinAja
  18. pacaran itu disuruh mengingat manusia, bukan mengingat Allah | melisankan manusia bukan Allah, #UdahPutusinAja
  19. pacaran itu bikin ribet, dikit2 bales sms, dikit2 telpon, dikit-dikit minta dikirim pulsa (wah, sms mamah baru nih) #UdahPutusinAja
  20. pacaran itu dikit-dikit galau, dikit-dikit galau, galau kok dikit-dikit? hehe.. #UdahPutusinAja
  21. lelaki, coba pikir, senangkah bila engkau menikah lalu ketahui bahwa istrimu mantan ke-7 laki-laki berbeda? #UdahPutusinAja
  22. wanita, coba pikir, inginkah berkata pada suamimu pasca akad kelak "aku menjaga diriku utuh untukmu, untuk hari ini :)" #UdahPutusinAja

dalam islam gak mengenal sama yang namanya pacaran, yang ada ta'aruf.
Ta'aruf (bukan perkenalan biasa) yang akan mengantarkan dua orang insan kepada mahligai terindah dalam kehidupan manusia yaitu pernikahan. Namun Kebanyakan kita masih belum terlalu mengetahui cara-cara ta'aruf yang baik. berikut ulasannya. hasil searching dari beberapa sumber, saya pun akhirnya menemukan  kiat-kiat ta’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah mawaddah warohmah,
1. Pertama
Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahwa kita menikah memang ingin benar-benar membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

2. Kedua
Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami)
Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur.

3. Ketiga
Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya, ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.
Silakan baik ikhwan maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya, jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.

4. Keempat
Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga akhwat
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan untuk melakukan ta’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua belah pihak. Jadi memang semua harus selalu dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk membedakan dengan orang lain yang terkenal di masyarakat dengan istilah ’ngapel’ (pacaran).
Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak, kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim tersebut.

5. Kelima
Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim akhwat ke rumahnya
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya). Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah. Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian dan kasih sayang pada mutarabbi.

6.Keenam
Menentukan Waktu Khitbah
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.

7. Ketujuh
Menentukan Waktu Khitbah
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.

emmmmm mungkin ini aja yang bisa saya sampaikan saat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, maaf jika saya mungkin terlalu menggurui atau apa tapi niat saya disini cuma mau berbagi aja kok :) saya pun masih banyak kekurangan dan masih perlu banyak belajar :)
nah, marilah kita memantaskan diri dihadapan Allah jangan memantaskan diri didepan pacar yang belum tentu nanti bakal jadi jodoh kita, mari kita memantaskan diri untuk menjemput jodoh kita kelak.
jangan galau karena pacar, galaulah karna dosa, dunia sudah semakin tua, tidak ada kata terlambat, jangan tunggu besok atau lusa untuk berubah, siapa tau besok udah kiamat, atau besok kita sudah tidak bernyawa lagi, hayooo baik dimulai dari sekarang aja kaan :)

see u next time :D